Bulan: Juli 2026

Siap-Siap Melongo! Ini 15 Gereja Termegah di Inggris yang Bakal Bikin Kamu Merinding Saking Indahnya

Gereja Termegah di Inggris – Pernah gak sih kamu masuk ke sebuah ruangan, lalu mendadak mulutmu terkunci, kepalamu mendongak ke atas, dan bulu kudukmu merinding bukan karena takut—tapi karena takjub yang teramat sangat?

Welcome to the club. Efek magis itu bakal langsung kamu rasakan begitu melangkah masuk ke dalam gereja-gereja katedral di Inggris.

Di Inggris, gereja bukan cuma tempat ibadah. Mereka adalah mesin waktu, galeri seni raksasa, sekaligus pembuktian kejeniusan arsitektur manusia berabad-abad lalu. Bayangkan, di zaman belum ada traktor, semen instan, atau komputer untuk menghitung beban bangunan, orang-orang ini bisa mendirikan menara batu setinggi langit dengan kaca patri berwarna-warni yang detailnya bikin geleng-geleng kepala.

Kalau kamu mau liburan ke Inggris dan pengin foto-foto estetik yang bikin feeds Instagram-mu kelihatan mahal, atau sekadar pengin merasakan atmosfer sakral yang megah, berikut adalah 15 gereja termegah di Inggris yang wajib kamu datangi seumur hidup!

Bagian 1: Para Raksasa yang Mengguncang Langit

1. York Minster (York)

  • Vibe: Megah, masif, dan rajanya gaya Gotik.
  • Mengapa Keren: Ini adalah salah satu katedral Gotik terbesar di Eropa Utara. Butuh waktu sekitar 250 tahun untuk membangunnya! Daya tarik utamanya adalah Great East Window, sebuah dinding kaca patri abad pertengahan terbesar di dunia—ukurannya hampir seluas lapangan tenis! Begitu matahari menembus kaca ini, interior gereja akan langsung berubah jadi lantai dansa penuh warna-warni surgawi.

2. St. Paul’s Cathedral (London)

  • Vibe: Klasik, ikonik, dan bernuansa kerajaan.
  • Mengapa Keren: Katedral ini punya kubah raksasa yang mendominasi langit kota London, dirancang oleh arsitek genius Sir Christopher Wren setelah Kebakaran Besar London tahun 1666. Tempat ini adalah saksi bisu pernikahan legendaris Pangeran Charles dan Putri Diana. Jangan lewatkan naik ke Whispering Gallery di dalam kubahnya, di mana bisikan kecilmu di satu sisi dinding bisa terdengar jelas oleh orang di sisi seberangnya!

3. Salisbury Cathedral (Salisbury)

  • Vibe: Ramping, menjulang tinggi, dan dramatis.
  • Mengapa Keren: Katedral ini punya menara (spire) tertinggi di seluruh Inggris, yaitu setinggi 123 meter! Gak cuma itu, Salisbury juga menyimpan jam mekanis tertua di dunia yang masih berfungsi sejak tahun 1386 (bayangkan, jam ini gak pakai jarum, cuma berdentang!). Plus, di sini pulalah dokumen sejarah super penting dunia, Magna Carta tahun 1215, disimpan dengan aman.

4. Durham Cathedral (Durham)

  • Vibe: Kokoh, kuno, dan penuh nuansa sihir.
  • Mengapa Keren: Berdiri gagah di atas bukit berbatu menghadap sungai, Durham adalah contoh terbaik arsitektur Romanesque (Norman) di dunia. Saking megah dan estetiknya, lorong-lorong batu beratap lengkung di katedral ini digunakan sebagai lokasi syuting koridor sekolah Hogwarts di film-film awal Harry Potter!

Bagian 2: Surga Arsitektur dan Detail yang Gila

5. Canterbury Cathedral (Canterbury)

  • Vibe: Sakral, penuh sejarah, dan menjadi pusat spiritual Inggris.
  • Mengapa Keren: Ini adalah “ibu” dari seluruh gereja Anglikan di dunia sekaligus Situs Warisan Dunia UNESCO. Canterbury sangat terkenal dengan sejarah pembunuhan Uskup Agung Thomas Becket di dalam katedral ini pada tahun 1170. Arsitekturnya adalah perpaduan epik antara gaya Norman yang kokoh dan gaya Gotik yang anggun.

6. Wells Cathedral (Somerset)

  • Vibe: Artistik dan unik tiada dua.
  • Mengapa Keren: Wells mungkin katedral yang ukurannya relatif kecil, tapi bagian depannya (West Front) dihiasi oleh lebih dari 300 patung abad pertengahan yang sangat detail. Di bagian dalam, kamu bakal disambut oleh Scissor Arches—lengkungan batu berbentuk gunting raksasa yang dibangun pada abad ke-14 untuk menahan beban menara agar tidak runtuh. Sebuah solusi teknik kuno yang malah jadi karya seni super futuristik!

7. Lincoln Cathedral (Lincoln)

  • Vibe: Raksasa yang terlupakan.
  • Mengapa Keren: Tahukah kamu? Selama hampir 250 tahun (dari tahun 1311 hingga 1549), Katedral Lincoln adalah bangunan tertinggi di dunia, mengalahkan Piramida Agung Giza di Mesir! Meskipun menara tertingginya akhirnya runtuh karena badai, kegagahan strukturnya yang dipenuhi ukiran batu Gotik yang rumit tetap membuat siapa pun yang melihatnya bakal terperangah.

8. Ely Cathedral (Cambridgeshire)

  • Vibe: Mengambang dan penuh cahaya.
  • Mengapa Keren: Terkenal dengan julukan “Ship of the Fens” karena katedral ini berdiri di atas tanah datar yang dulunya rawa-rawa, sehingga terlihat seperti kapal raksasa dari kejauhan. Keajaiban utama Ely ada pada Octagon Tower di langit-langitnya—sebuah menara kayu delapan sisi yang tampak menggantung ajaib di udara, memberikan pencahayaan alami yang spektakuler.

Bagian 3: Keindahan Modern dan Lorong-Lorong yang Memesona

9. Gloucester Cathedral (Gloucester)

  • Vibe: Anggun dan sangat sinematik.
  • Mengapa Keren: Satu kata untuk menggambarkan langit-langit koridor katedral ini: Karya Seni! Teknik ukiran batu fan vaulting (plafon berbentuk kipas) di sini adalah salah satu yang tertua dan paling indah di dunia. Sama seperti Durham, keindahan koridor klausura di Gloucester ini juga menjadi lokasi syuting asrama Gryffindor di film Harry Potter.

10. Winchester Cathedral (Winchester)

  • Vibe: Panjang, megah, dan kaya akan sastra.
  • Mengapa Keren: Katedral ini memiliki koridor tengah (nave) terpanjang di antara semua katedral Gotik di Eropa. Di sinilah novelis legendaris dunia, Jane Austen (penulis Pride and Prejudice), dimakamkan. Bagian bawah katedral ini juga punya cerita unik: pada awal abad ke-20, seorang penyelam bernama William Walker bekerja sendirian di bawah air selama bertahun-tahun untuk memperkuat fondasi katedral yang nyaris tenggelam ke dalam rawa!

11. Liverpool Cathedral (Liverpool)

  • Vibe: Modern, masif, dan berwarna merah bata.
  • Mengapa Keren: Berbeda dengan katedral lain yang berusia ribuan tahun, katedral ini baru selesai dibangun pada tahun 1978. Ini adalah katedral Anglikan terbesar di Inggris dan nomor lima terbesar di dunia! Dibangun dengan batu pasir merah, interiornya terasa sangat luas, tinggi, dan modern dengan sentuhan lampu-lampu neon seni kontemporer.

12. Westminster Abbey (London)

  • Vibe: Puncak kemegahan kerajaan Inggris.
  • Mengapa Keren: Secara teknis ini adalah Royal Peculiar (gereja yang bertanggung jawab langsung kepada Raja/Ratu, bukan uskup). Sejak tahun 1066, hampir semua penobatan Raja dan Ratu Inggris dilakukan di sini. Ini juga menjadi tempat pemakaman para tokoh dunia seperti Isaac Newton, Charles Darwin, dan Stephen Hawking. Desain langit-langit Henry VII Chapel di dalam gereja ini adalah salah satu pencapaian arsitektur tercantik yang pernah ada.

Bagian 4: Permata Tersembunyi yang Tak Boleh Dilewatkan

13. Peterborough Cathedral (Peterborough)

  • Vibe: Gerbang raksasa yang dramatis.
  • Mengapa Keren: Bagian depan katedral ini (West Front) sangat unik dan tidak ada tandingannya di dunia, menampilkan tiga lengkungan Gotik raksasa yang menjulang tinggi, seolah-olah menyambut siapa saja untuk masuk ke dunia lain. Di sinilah Catherine of Aragon (istri pertama Raja Henry VIII) dimakamkan.

14. Lichfield Cathedral (Staffordshire)

  • Vibe: Si Tiga Menara yang cantik.
  • Mengapa Keren: Ini adalah satu-satunya katedral abad pertengahan di Inggris yang memiliki tiga menara runcing (spires) yang masih utuh tegak berdiri, sering dijuluki sebagai “Ladies of the Vale”. Warnanya yang agak kemerahan memberikan kesan hangat dan sangat anggun saat difoto dari seberang danau kecil di dekatnya.

15. Truro Cathedral (Cornwall)

  • Vibe: Kebangkitan Gotik di ujung selatan.
  • Mengapa Keren: Terletak di wilayah Cornwall yang indah, Truro adalah katedral pertama yang dibangun di Inggris setelah abad pertengahan (selesai abad ke-20) dengan gaya Gothic Revival. Tiga menara besarnya yang menjulang di tengah-tengah rumah penduduk kota kecil memberikan pemandangan kontras yang sangat memukau dan fotogenik.

Tips Saat Berkunjung ke Katedral di Inggris:

  1. Ikuti Evensong: Ini adalah ibadah malam singkat di mana paduan suara gereja akan menyanyikan lagu-lagu pujian klasik. Akustik ruangan katedral yang megah bakal bikin suara mereka terdengar seperti nyanyian malaikat langsung dari langit. Gratis pula!
  2. Siapkan Koin untuk Donasi: Beberapa katedral gratis dimasuki, sementara beberapa lainnya memungut tiket untuk perawatan gedung. Jika gratis, sangat disarankan untuk memberikan donasi sukarela di kotak yang disediakan demi menjaga warisan dunia ini tetap berdiri kokoh.

Jadi, katedral mana nih yang bakal kamu kunjungi duluan saat mendarat di Inggris nanti?

Sengit Sejak Abad ke-13: Mengapa Oxford dan Cambridge Begitu Terkenal dan Bikin Semua Orang Pengin Masuk?

Oxford dan Cambridge – Bayangkan sebuah tempat di mana waktu seolah berhenti berputar. Tempat di mana kamu bisa berjalan di atas lantai batu yang pernah diinjak oleh Isaac Newton, membaca buku di perpustakaan tempat Stephen Hawking merenungkan lubang hitam, atau minum teh di aula megah yang menginspirasi sekolah sihir Hogwarts.

Tempat itu nyata, dan mereka punya nama panggilan kolektif yang terdengar seperti merek semen mewah: Oxbridge.

Ya, Oxford dan Cambridge. Dua nama kota sekaligus universitas di Inggris ini bukan sekadar institusi pendidikan. Mereka adalah “Kasta Tertinggi” dalam hierarki akademik global. Kalau ada orang yang bilang, “Anakku kuliah di Oxford,” atau “Aku baru lulus dari Cambridge,” reaksi otomatis kita biasanya adalah melongo, kagum, atau mendadak merasa minder.

Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya: Mengapa kedua universitas ini begitu terkenal di seluruh dunia? Apakah karena mereka yang tertua? Apakah karena mahasiswanya pintar-pintar secara magis? Atau ini semua hanyalah strategi pemasaran berkedok sejarah selama ratusan tahun?

Mari kita bongkar rahasia, intrik, dan alasan mengapa dua kutub akademik ini begitu legendaris!

1. Faktor Umur: Mereka Sudah Ada Sebelum Kerajaan Majapahit Berdiri!

Mari kita mulai dengan fakta yang bikin dahi mengkerut. University of Oxford didirikan sekitar akhir abad ke-11 (catatan mengajar tertua dimulai tahun 1096). Artinya, saat Oxford mulai menggelar kelas, Genghis Khan belum lahir, jembatan London belum dibangun dengan batu, dan Kerajaan Majapahit di Indonesia bahkan belum terlintas di pikiran para leluhur.

Sementara itu, Cambridge berdiri “sedikit” lebih muda, yaitu pada tahun 1209. Cerita berdirinya Cambridge ini pun penuh drama: sekelompok sarjana di Oxford bertengkar hebat dengan penduduk kota setempat (bahkan sampai ada kasus eksekusi sarjana). Karena merasa tidak aman, para sarjana ini “ngambek”, melarikan diri ke sebuah kota kecil di sebelah timur bernama Cambridge, lalu mendirikan universitas tandingan di sana.

Usia yang hampir menyentuh angka seribu tahun ini memberikan satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang sekaya apa pun: Aura Historis. Berkuliah di sini berarti kamu menjadi bagian dari rantai sejarah peradaban manusia.

2. Pabrik Manusia-Manusia yang Mengubah Dunia

Mengapa Oxbridge terkenal? Karena “alumni” mereka bukan sekadar sukses secara finansial, tapi mereka adalah orang-orang yang menulis ulang buku sejarah dan sains manusia.

Mari kita bedah daftarnya secara acak (dan siap-siap melongo):

  • Dari Kubu Cambridge: Ada Sir Isaac Newton (pria yang kejatuhan apel lalu merumuskan hukum gravitasi), Charles Darwin (pencetus teori evolusi), Alan Turing (bapak ilmu komputer modern yang memecahkan kode Enigma Nazi), hingga Stephen Hawking (fisikawan genius yang menjelaskan semesta).
  • Dari Kubu Oxford: Mereka adalah spesialis pencetak pemimpin dunia dan sastrawan. Tercatat ada sekitar 30 Perdana Menteri Inggris (termasuk Margaret Thatcher, Tony Blair, dan Boris Johnson), puluhan presiden dunia (seperti Bill Clinton), hingga penulis legendaris seperti J.R.R. Tolkien (The Lord of the Rings) dan C.S. Lewis (The Chronicles of Narnia).

Jika sebuah tempat konsisten menelurkan orang-orang yang mengubah jalannya dunia selama ratusan tahun, otomatis tempat itu akan dianggap sebagai “Mata Air Kegeniusan”.

3. Sistem Kolese (Collegiate System): Rumah Sekaligus Negara Kecil

Satu hal yang sering membuat orang awam bingung adalah struktur kedua universitas ini. Oxford dan Cambridge bukanlah satu gedung kampus raksasa dengan gerbang utama yang besar. Mereka adalah kumpulan dari puluhan Kolese (Colleges) yang mandiri. Oxford punya 39 kolese, sedangkan Cambridge punya 31 kolese.

Bayangkan kolese ini seperti asrama, tapi dengan otonomi penuh seperti negara kecil. Setiap kolese punya aula makan sendiri, kapel sendiri, perpustakaan sendiri, bahkan tim olahraga sendiri. Saat kamu diterima di Oxbridge, kamu bukan cuma jadi mahasiswa universitas, tapi kamu jadi anggota kolese tertentu (misalnya Trinity College di Cambridge atau Christ Church di Oxford).

Sistem inilah yang membuat mahasiswa mereka merasa eksklusif. Di sinilah mereka makan malam bersama dengan jubah hitam panjang ala Harry Potter, berdiskusi di depan perapian, dan membangun jaringan (networking) dengan calon-calon orang berpengaruh di masa depan.

4. Metode “Tutorial” dan “Supervision” yang Sadis tapi Ampuh

Di universitas biasa, kamu mungkin masuk ke aula kuliah besar yang berisi 200 mahasiswa, mendengarkan dosen berbicara selama dua jam, lalu pulang. Di Oxford dan Cambridge? Sistem itu dianggap terlalu santai.

Mereka menggunakan sistem Tutorial (di Oxford) atau Supervision (di Cambridge).

Setiap minggu, kamu—sendirian atau berdua dengan teman sekamar—akan duduk di ruangan kerja seorang Profesor (yang biasanya merupakan pakar dunia di bidangnya). Tugasmu? Membacakan esai yang kamu tulis semalaman, lalu sang Profesor akan mengkritik, mempertanyakan, dan membedah argumenmu habis-habisan selama satu jam penuh.

Sistem pengajaran satu-lawan-satu ini sangat intens, menegangkan, dan memaksa otakmu untuk berpikir di batas maksimal. Tidak ada tempat untuk bersembunyi atau membolos. Metode magang intelektual inilah yang menjaga standar kualitas lulusan mereka tetap berada di level tertinggi.

5. Rivalitas Abadi yang Menjual: “The Boat Race” dan Gengsi Abad-Pertengahan

Tidak ada yang membuat sebuah nama lebih terkenal daripada rivalitas yang sengit. Hubungan Oxford dan Cambridge adalah definisi dari kata frenemies (teman tapi musuh). Mereka saling menghormati, tapi juga saling mengejek. Orang Oxford menyebut Cambridge sebagai “tempat di rawa-rawa”, sementara orang Cambridge memandang Oxford terlalu sibuk dengan urusan politik.

Rivalitas ini memuncak setahun sekali dalam acara olahraga paling bergengsi di Inggris: The Boat Race.

Sejak tahun 1829, tim dayung Oxford (yang memakai warna biru tua) dan Cambridge (biru muda) bertanding mendayung perahu di Sungai Thames, London sepanjang 6,8 kilometer. Pertandingan ini ditonton oleh jutaan orang di televisi seluruh dunia. Persaingan sehat yang dibungkus tradisi ini membuat nama kedua kampus terus berada di radar budaya populer global.

6. Visual Pop Culture: Efek Estetika “Dark Academia”

Mari kita jujur, di era media sosial dan visual saat ini, penampilan itu penting. Dan Oxbridge adalah rajanya estetika. Arsitektur bergaya Gotik, Neoklasik, dan Georgia yang menghiasi gedung-gedung kolese mereka memberikan kesan megah, misterius, dan super fotogenik.

Fenomena estetika Dark Academia yang tren di kalangan anak muda zaman sekarang—yang identik dengan perpustakaan tua, jubah, buku bersampul kulit, dan nuansa belajar yang magis—hampir seluruhnya terinspirasi dari Oxford dan Cambridge.

Ketika Hollywood ingin menggambarkan tempat yang pintar, berkelas, dan sedikit misterius, mereka akan pergi ke Oxford (seperti film Harry PotterX-Men: First Class, atau Saltburn). Paparan media ini secara tidak sadar menanamkan doktrin di kepala masyarakat dunia bahwa Oxbridge adalah kiblat dari segala hal yang berbau intelektual dan estetik.

Kesimpulan: Mengapa Mereka Belum Tergantikan?

Pada akhirnya, Oxford dan Cambridge begitu terkenal bukan hanya karena mereka pintar mempertahankan sejarah masa lalu mereka. Rahasia utamanya adalah bagaimana mereka menggabungkan tradisi kuno dengan inovasi masa depan.

Di balik tembok-tembok batu yang berlumut abad pertengahan, terdapat laboratorium canggih yang sedang mengembangkan vaksin global, meneliti kecerdasan buatan (AI), dan mencari solusi perubahan iklim. Mereka menjaga jubah hitam mereka tetap dipakai saat makan malam, tetapi otak mereka tetap berlari menyongsong masa depan.

Oxbridge telah berhasil mengubah nama mereka dari sekadar institusi pendidikan menjadi sebuah simbol keunggulan. Sebuah pembuktian bahwa jika manusia diberikan lingkungan yang tepat, waktu yang cukup, dan tradisi yang kuat, mereka bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran yang mampu mengguncang dunia.

Bosan dengan London? Ini 5 Kota Terbaik di Inggris yang Gak Kalah Keren (Bonus: Bebas Macet dan Antrean Panjang!)

Kota Terbaik di Inggris – Kalau mendengar kata “liburan ke Inggris”, pikiran kita pasti langsung tertuju pada Big Ben, London Eye, atau berfoto di depan Istana Buckingham. Ya, London memang memesona. Tapi jujur saja, kadang liburan di sana rasanya seperti ikut lomba lari: stasiun bawah tanah yang padat, antrean tempat wisata yang mengular, dan dompet yang terkuras lebih cepat dari perkiraan.

Padahal, Inggris (England) itu luas banget! Di luar ibu kota, bertebaran kota-kota super estetik yang punya jiwa, sejarah, dan pemandangan yang gak kalah magis. Dari kota pelajar yang arsitekturnya mirip sekolah Harry Potter, sampai kota pelabuhan tempat lahirnya band legendaris dunia.

Kalau kamu ingin merasakan atmosfer Inggris yang “lebih asli”, lebih santai, dan pastinya lebih ramah di kantong, berikut adalah 5 kota terbaik selain London yang wajib masuk ke dalam bucket list liburanmu!

1. Bath: Kota Cantik Tempat Syuting Serial Bridgerton

  • Vibe: Anggun, romantis, dan penuh sejarah aristokrat era Georgia.
  • Mengapa Wajib ke Sini: Kalau kamu pencinta serial Bridgerton atau novel-novel Jane Austen, Bath adalah surga dunia. Seluruh kota ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena arsitekturnya yang seragam menggunakan batu pasir berwarna madu yang ikonik (Bath stone).Daya tarik utamanya adalah Roman Baths, kompleks pemandian air panas kuno peninggalan bangsa Romawi yang berusia ribuan tahun. Jangan lewatkan juga berjalan-jalan santai di Royal Crescent, sebuah kompleks perumahan berbentuk bulan sabit raksasa yang super megah.
  • Aktivitas Seru: Menikmati teh sore (afternoon tea) tradisional di The Pump Room sambil diiringi pertunjukan musik klasik langsung.

2. Edinburgh: Kota Kastil di Atas Bukit Volkano (Bonus: Ini di Skotlandia!)

  • Vibe: Magis, gotik, misterius, dan dramatis.
  • Mengapa Wajib ke Sini: Okay, secara teknis ini adalah ibu kota Skotlandia (masih bagian dari Britania Raya/UK), tapi tidak adil kalau tidak memasukkan Edinburgh ke dalam daftar. Menyeberang sedikit ke utara dari Inggris, kamu akan menemukan kota yang rasanya seperti keluar dari buku dongeng fantasi.Kota ini terbagi dua: Old Town yang penuh dengan gang-gang batu abad pertengahan yang sempit, dan New Town yang rapi. Di atas bukit batu vulkanis tengah kota, berdiri Edinburgh Castle yang gagah menatap ke bawah. Kota ini juga menjadi tempat JK Rowling menulis buku Harry Potter, jadi atmosfer sihirnya berasa banget di setiap sudut jalan seperti Victoria Street!
  • Aktivitas Seru: Mendaki ke Arthur’s Seat saat sore hari untuk melihat seluruh pemandangan kota yang berkabut dari ketinggian.

3. York: Menjelajahi Lorong Waktu Zaman Viking

  • Vibe: Klasik, kuno, dan sangat ramah berjalan kaki.
  • Mengapa Wajib ke Sini: York adalah kota benteng yang menyimpan sejarah berlapis-lapis, mulai dari zaman Romawi hingga bangsa Viking. Salah satu daya tarik utamanya adalah The Shambles, sebuah lorong belanja kuno dengan bangunan-bangunan kayu abad ke-14 yang dinding atasnya condong ke depan hingga hampir bersentuhan. Lorong ini konon menjadi inspirasi utama jalan Diagon Alley di film Harry Potter!Di kota ini juga berdiri York Minster, salah satu katedral gotik terbesar dan termegah di Eropa Utara dengan kaca patri kuno yang luar biasa indah.
  • Aktivitas Seru: Berjalan di atas York City Walls, tembok benteng kuno yang mengelilingi kota sepanjang 3,4 kilometer secara gratis!

4. Liverpool: Pusatnya Musik Dunia dan Sepak Bola

  • Vibe: Kreatif, berenergi, ramah, dan bernuansa maritim.
  • Mengapa Wajib ke Sini: Bagi pencinta musik dan sepak bola, Liverpool adalah tanah suci. Ini adalah kota kelahiran The Beatles! Kamu bisa mengunjungi The Cavern Club, ruang bawah tanah legendaris tempat John Lennon dan kawan-kawan pertama kali manggung, atau ikut tur ke rumah masa kecil mereka.Selain musik, Liverpool punya area dermaga Royal Albert Dock yang sudah direnovasi menjadi pusat estetika penuh kafe, restoran, dan museum seni (Tate Liverpool). Dan tentu saja, bagi fans sepak bola, berziarah ke Stadion Anfield milik Liverpool FC atau Goodison Park milik Everton adalah agenda yang haram untuk dilewatkan.
  • Aktivitas Seru: Berfoto bersama patung perunggu raksasa The Beatles di tepi dermaga Pier Head.

5. Oxford / Cambridge: Duel Kota Pelajar Paling Estetik

  • Vibe: Intelektual, akademis, anggun, dan arsitektur yang menakjubkan.
  • Mengapa Wajib ke Sini: Bingung memilih salah satu? Keduanya sama-sama luar biasa. Jaraknya hanya sekitar 1–2 jam dari London. Oxford dikenal dengan julukan “City of Dreaming Spires” karena menara-menara perpustakaan dan universitasnya yang menjulang indah. Tempat-tempat seperti Christ Church College di Oxford sering digunakan untuk syuting aula besar Hogwarts.Sementara Cambridge menawarkan suasana yang sedikit lebih hijau dan tenang dengan Sungai Cam yang mengalir membelah kampus-kampus tuanya yang megah seperti King’s College.
  • Aktivitas Seru: Mencoba Punting di Cambridge—naik perahu kayu tradisional yang didorong menggunakan galah panjang melewati kolong jembatan-jembatan kuno yang romantis.

Tips Tambahan Liburan Keluar London:

  • Gunakan Kereta Api: Jaringan kereta di Inggris (National Rail) sangat bagus. Kamu bisa sampai ke York atau Bath hanya dalam waktu 1,5 hingga 2 jam saja dari London. Tips hemat: pesan tiket kereta dari jauh-jauh hari secara online.
  • Beli Tiket Terusan: Jika berencana mengunjungi banyak kastil atau bangunan bersejarah, pertimbangkan membeli English Heritage Pass atau National Trust Pass agar lebih hemat biaya masuk.

Jadi, tunggu apa lagi? Kemasi koper dan siapkan sepatumu yang paling nyaman. Inggris yang sesungguhnya sedang menantimu di luar sana!

Apakah ada salah satu dari kota di atas yang paling membuatmu penasaran untuk dikunjungi?